Pinwie’s Weblog

September 24, 2007

Tahukah anda?

Filed under: Did You Know? — pinwie @ 7:49 am

Braile

Braille
Oleh : Team Andriewongso.com

Bagi orang yang cacat, perjuangan agar bisa setara dengan orang yang normal, jika diyakini, akan membawa perubahan besar, bahkan bisa jadi mengubah sejarah dan akan dikenang sepanjang masa. Hal itulah yang dilakukan oleh Louis Braille.

Mendengar namanya, barangkali orang pasti akan segera tahu, peninggalan apa yang telah ditinggalkan kelahiran 4 Januari 1809 itu. Yah, sesuai namanya, Braille lah yang memopulerkan huruf-huruf timbul yang hingga kini digunakan untuk mempermudah membaca bagi kaum tuna netra.

Louis Braille sendiri sebenarnya terlahir normal. Namun, karena kecelakaan yang terjadi di tempat kerja ayahnya, ia pun menjadi seorang yang buta. Meski akhirnya buta, ia tumbuh menjadi anak yang cerdas. Pada usianya yang ke-10, ia dikirim ke Royal Institution for Blind Youth di Paris. Saat itu, ia mulai belajar membaca buku dengan sejumlah tanda timbul. Meski sulit, ia tetap berhasil dalam semua pelajarannya.

Karena merasa kesulitan itulah, ia pun mencetuskan ide untuk membuat huruf timbul yang lebih mudah dipahami dan dibuat oleh orang buta sepertinya. Ia lantas mendengar seorang Kapten Perang Perancis, Charles Barbier de la Serre, yang mengembangkan kode-kode timbul sebagai sandi untuk dibaca dalam kegelapan bagi prajuritnya. Dari sanalah ia kemudian mengembangkan sistem huruf yang lebih sederhana untuk membaca dan menulis bagi kaumnya. Ia pun lantas menerbitkan buku Braille pertamanya pada tahun 1829. Tak puas, ia pun kemudian membuat simbol-simbol lain yang digunakan untuk mempermudah mempelajari matematika dan musik.

Sayang, semua penemuan Loius Braille itu masih belum bisa menjadi populer sebagai bentuk kemudahan membaca bagi orang buta pada jamannya hingga ia meninggal pada tahun 1852. Tapi, perjuangannya tak sia-sia. Meski kemudian harus dikembangkan lagi, akhirnya, karya Braille saat ini diakui sebagai metode membaca dan menulis paling mudah diterapkan sehingga diadaptasi ke seluruh dunia. Sungguh, sebuah peninggalan yang mampu mengubah dunia.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: